oleh

Fatayat DIY Ziarah Wali dan Sowan Ulama

YOGYA (NUJogja) – PW Fatayat NU DIY baru-bari ini menggelar kegiatan Ziarah Wali dan Sowan Ulama. Antara lain ke Ponpes Al Anwar Sarang yang dulu diasuh KH Maemun Zubair (alm), sowan KH Musthofa Bisri di Ponpes Raudlatut Tholibin Rembang, ziarah makam Sunan Kudus dan makam Raden Fattah d Masjid Demak.

“Bahagia bisa sowan dan hurmat 40 harinya KH Maemun Zubair di Ponpes Al Anwar Sarang,” kata Khotimatul Husna, Ketua PW Fatayat NU DIY.

Menurut Mbak Khotim, ziarah wali dan sowan ulama merupakan dua tradisi yang sangat kuat di kalangan Nahdliyin. Apa penting dan perlunya? Jelas penting dan pasti perlu. Karena itulah Fatayat sebagai generasi muda perempuan NU merawat dan menjaganya. Pada intinya, dua tradisi ini didasarkan pada kecintaan terhadap ilmu dan orang yg berilmu (ulama). Syaratnya tidak cukup alim saja, tapi dengan ilmunya para alim ini memberikan kemanfaatan dan kasih sayang untuk seluruh alam.
“Inilah point, mengapa kami sowan, karena dengan menatap wajah para alim ini hati menjadi tenteram. Pantulan dari hati yg bersih. Untuk itulah, doa dan nasehat selalu kami minta ketika bersimpuh di sisi para alim ini. Juga tentunya kita berupaya meneladani jalan hidup para alim yang tak pernah berhenti mensyiarkan Islam dengan cara yg ramah dengan menjalani hidup yang seimbang,” paparnya.

“Tidak berlebih-lebihan dalam segala hal, termasuk dalam berjuang,” begitu pesan Gus Mus saat menerima para personel PW Fatayat NU DIY.

Dalam ziarah wali, lanjutnya, selain untuk mendoakan juga untuk ngalap berkah dan yang terpenting bisa meneladani perjuangan para wali dalam meninggikan kalimat Allah. “Seperti yang selalu saya yakini, kalau ikhlas semua menjadi mudah dan di NU itu modalnya bismillah…,” tambahnya. (*)

Baca Juga   Patut Ditiru, Satiman Santuni Anak-anak Yatim/Piatu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed