oleh

DIY Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

YOGYA (NUJogja) – Daerah Istimewa Yogyakarta siap menjadi tuan rumah Muktamar NU Tahun 2020. Kesiapan tersebut ditinjau rombongan dari PBNU, Selasa (17/9). Lokasi yang ditinjau terdiri Alun-alun Utara Yogyakarta, Masjid Gedhe Kauman, Masjid Pathok Negoro Mlangi, Ponpes Sunan Pandanaran, dan Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning. Rombongan PBNU terdiri dari H. Robikin Emhas, H Andi Najmi, H. Suwadi Pranoto, H. Umarsyah, dan Gus Aizzudin.

“Kedatangan kami dalam rangka meninjau lokasi calon tuan rumah Muktamar NU 2020. Kandidatnya banyak, termasuk Yogyakarta,” tegas H Robikin Emhas, salah satu Ketua PBNU.

KH Fahmi Akbar Idries dan KH Mukhtar Salim (Wakil Ketua dan Sekretaris PWNU DIY) yang mengantar rombongan dari PBNU mengatakan, dengan datang ke lokasi, maka tim PBNU bisa menyaksikan langsung kondisi tempat yang disiapkan. “Semoga DIY segera ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar NU,” harapnya.

Di Masjid Pathok Negoro Mlangi, rombongan disambut KH Chasan Abdullah, Katib Syuriah PWNU DIY yang juga pengasuh Pesantren Assalafiyah Mlangi. Menurut Kyai Chasan, Masjid Mlangi hidup 24 jam. Kegiatan tak pernah sepi. Peziarah makam KH Nur Iman di belakang masjid juga datang dari berbagai penjuru Nusantara. Di depan Masjid Mlangi ini tertera logo NU dengan sangat indah. Siapa saja yang datang ziarah ke makam Mbah Nur Iman akan langsung menyaksikan logo NU. “Mbah Nur Iman sebenarnya putra raja, tapi milih menjadi ulama’,” terangnya.

Di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Ngaglik Sleman, rombongan disambut tuan rumah KH Jazilus Sakho’, bersama KH Mas’ud Masduqi (Rais Syuriah PWNU DIY), KH Masharun Ghozali, Dr Fathurrahman, Masyhuri, Muhyiddin, dan para asatidz. Rombongan PBNU ini sempat menikmati suasana santai di lingkungan pesantren. Setelah singgah di Ndalem Pengasuh, tim PBNU diajak keliling melihat langsung kondisi fisik Pesantren Sunan Pandanaran. Mulai bangunan kompleks tahfidz, MA Sunan Pandanaran, kompleks asrama santri, hall pesantren, lapangan, makam pendiri pesantren KH Mufid Mas’ud, dan sampai di Kampus STAI Sunan Pandanaran. Di makam Mbah Mufid, Kyai Mas’ud Masduqi memimpin doa dengan khidmat.

Baca Juga   PWNU DIY Ajak Warga Sukseskan Pesta Demokrasi Pemilu 2019

Terakhir rombongan PBNU meninjau Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning. Rombongan menikmati suasana masjid yang indah dan nyaman. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed