oleh

Cicit Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani Beri Kuliah Umum di UNU

YOGYA (NUJogja) – Segenap sivitas akademika UNU Yogyakarta patut berbangga. Sebab, ulama besar dari Turki yang juga cicit ke-25 Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani berkesempatan memberi kuliah umum di kampus ini, Kamis (12/9). Acara ini sekaligus Silaturahmi dan Haul Akbar Syekh Abdul Qodir Al-Jailani.

Pada kesempatan ini Syeikh Syarif Fadhil Al-Jailani berceramah dengan tema “Pemikiran dan Pengaruh Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam Peradaban Islam”. Syeikh Syarif Fadhil mengungkapkan, sudah 41 tahun sejak 1978 dirinya mencari dan meneliti literatur-literatur karya Kakeknya (Syekh Abdul Qodir Al-Jailani), yang bahkan tersebar sampai ke Eropa. Selama itu diketahui setidaknya adat 100 literatur karya Syeikh Abdul Qodir al-Jailani. Di antaranya yang sudah dihimpun sebanyak 46 kitab dan 25 sudah dicetak. Bersama dengan Lembaga Penghimpun karya-karya Abdul Qodir al-Jailani di Jakarta, 25 Kitab berbahasa arab akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar bisa dikaji di Indonesia.

Syeikh Fadhil juga menceritakan potret lembaga pendidikan kakeknya (Syekh Abdul Qodir al-Jailani) pada masa kejayaan Islam di Baghdad yang sangat inklusif. Kakeknya membuka lembaga pendidikan tidak hanya untuk kalangan Islam saja.

Orang yang belajar di lembaga itu pun tidak dipungut biaya. Kakeknya sangat memprioritaskan anak yatim dan dhuafa untuk bisa belajar tidak hanya ilmu agama, melainkan sains dan astronomi pun dipelajari.

Kepada hadirin yang mayoritas anak muda, santri, mahasiswa, dan pengurus-pengurus NU di DIY, Syeikh Fadhil juga berpesan agar Islam bangkit. Juga perlu berupaya memberantas kebodohan dengan ilmu. Menurutnya, ilmu adalah cahaya, dan kebodohan adalah kedholiman atau kegelapan. Selanjutnya membebaskan diri dari perselisihan, serta menopang anak yatim dan fakir miskin agar dapat melanjutkan pendidikannya.

Baca Juga   Komisi Media PWNU DIY dan UNU Gelar Diklat Jurnalistik

Pada penghujung ceramah, syekh Syarif Fadhil al-Jailani menyampaikan wasiat kakeknya bahwa urusan ilmu adalah urusan di atas segala-galanya. Ilmu harus menjadi prioritas utama yang akan menjadi modal besar bagi kebangkitan Islam.

Menyambut kunjungan Syekh Syarif Fadhil, KH Mas’ud Masduki (Rais Syuriah PWNU DIY) menyatakan sebuah kebahagiaan luar biasa, UNU kedatangan Ulama Besar. Menurutnya, kehadiran Syeikh Syarif Fadhil Al-Jailani akan memberikan inspirasi, bahwa UNU ini akan bangkit, menumbuhkan generasi-generasi Islam yang tangguh.

Saat menutup acara, Rektor UNU Yogya Prof Dr Purwo Santoso menyampaikan ucapan terimakasih kepada Syeikh Syarif Fadhil, selaku tamu istimewa yang telah membagi pengetahuan dan teladan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani kepada semua yang hadir. (Fariz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed