by

Patut Ditiru, Satiman Santuni Anak-anak Yatim/Piatu

SATIMAN, aktivis Ansor-Banser, sebenarnya hanya orang biasa-biasa saja, tetapi jiwanya sungguh sangat luar biasa. Buktinya, pada 10 Muharam ini, tepatnya Selasa (9/9) malam, secara pribadi bersama keluarga menyantuni anak-anak yatim-piatu di rumah mertuanya, Marno warga Dusun Hargosari Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul. Jumlah yang disantuni 14 anak. Pengumpulan anak-anak yatim/piatu dikoordinir PAC Fatayat Gedangsari.

Acara juga diisi doa bersama dipimpin Ustadz Hadi dan ditirukan oleh anak-anak yatim/piatu. “Agar doa yang kita panjatkan di kabulkan oleh Allah alangkah baiknya kita berdo’a dalam keadaan memiliki wudlu dan berdoa di tempat yang tanpa ada tedeng aling-aling ( tempat terbuka),” tutur ustadz Hadi kepada seluruh anak yatim/piatu dan semua orang yang hadir di acara tersebut.

Pembacaan do’a berjalan sangat khidmad. Sedang yang paling membuat merinding dan mengharukan penuh dengan tetesan air mata bahagia adalah saat-saat Satiman yang juga aktif di Tagana dan aktif juga di Baznas ini menyalami, memeluk, mencium dan mengelus-elus kepala anak yatim/piatu satu persatu dengan penuh kasih sayang.

Pemberian santunan memiliki tujuan untuk membersihkan diri, mengharap ridho dari Allah SWT, serta untuk menambah iman dan taqwa kepada Allah SWT. Dengan berpegang teguh pada ajaran dan sabda nabi SAW, dalam hadits yang di riwayatkan Ibnu Abbas ra. berkata Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) maka Allah SWT akan memberi kepadanya pahala 10.000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah SWT akan menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Dan siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari ‘Asyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh umat Rasulullah saw. yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”

Lalu para sahabat bertanya : “Ya Rasulullah saw, adakah Allah telah melebihkan hari ‘Asyura dari pada hari-hari lain?” Maka berkata Rasulullah saw: ” Ya, memang benar, Allah Ta’ala menjadikan langit dan bumi pada hari ‘Asyura, menjadikan laut pada hari ‘Asyura, menjadikan bukit-bukit pada hari ‘Asyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari ‘Asyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari ‘Asyura, dan Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari ‘Asyura, Allah SWT menenggelamkan Fir’aun pada hari ‘Asyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari ‘Asyura, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam pada hari ‘Asyura, Allah SWT mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari ‘Asyura, Allah SWT mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari ‘Asyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Asyura!”. (Wina)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed